Zaman Azali Merupakan Suatu Masa Sebelum Terjadinya

admin

Zaman Azali Merupakan Suatu Masa Sebelum Terjadinya

Zaman Azali: Masa Sebelum Terjadinya Zaman Batu

Zaman Azali adalah suatu masa sebelum terjadinya Zaman Batu. Masa ini diperkirakan berlangsung sekitar 2,6 juta tahun yang lalu hingga 10.000 tahun yang lalu. Selama Zaman Azali, manusia belum mengenal alat-alat batu dan masih menggunakan peralatan dari bahan-bahan alami seperti kayu, tulang, dan kulit binatang.

Manusia pada Zaman Azali hidup dengan cara berburu dan meramu. Mereka berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti keberadaan makanan. Sebagian besar manusia pada Zaman Azali tinggal di daerah Afrika, Asia, dan Eropa.

Pada akhir Zaman Azali, manusia mulai mengembangkan alat-alat dari batu. Hal ini menandai dimulainya Zaman Batu. Zaman Batu dibagi menjadi tiga periode: Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum.

Paleolitikum

Paleolitikum adalah periode pertama Zaman Batu. Periode ini berlangsung sekitar 2,6 juta tahun yang lalu hingga 10.000 tahun yang lalu. Selama Paleolitikum, manusia menggunakan alat-alat batu yang masih kasar dan sederhana. Mereka hidup dengan cara berburu dan meramu.

Mesolitikum

Mesolitikum adalah periode kedua Zaman Batu. Periode ini berlangsung sekitar 10.000 tahun yang lalu hingga 8.000 tahun yang lalu. Selama Mesolitikum, manusia mulai mengembangkan alat-alat batu yang lebih halus dan canggih. Mereka juga mulai beternak dan bercocok tanam.

Neolitikum

Neolitikum adalah periode ketiga Zaman Batu. Periode ini berlangsung sekitar 8.000 tahun yang lalu hingga 3.000 tahun yang lalu. Selama Neolitikum, manusia semakin mengembangkan alat-alat batu dan mulai membuat tembikar. Mereka juga mulai membangun rumah-rumah permanen dan hidup menetap.

Zaman Azali adalah masa yang sangat penting dalam sejarah manusia. Selama Zaman Azali, manusia mulai mengembangkan alat-alat dan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras. Zaman Azali juga merupakan masa ketika manusia mulai mengembangkan bahasa dan budaya.

Tags

Related Post

Leave a Comment