Rumput Laut Bisa Jadi Bbm

admin

Rumput Laut Bisa Jadi Bbm

Rumput Laut Bisa Jadi BBM? Ternyata Bisa!

Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang hidup di perairan dangkal hingga dalam. Tumbuhan ini memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah sebagai bahan bakar nabati.

Rumput laut mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa dan hemiselulosa merupakan polisakarida yang dapat diubah menjadi glukosa. Glukosa dapat difermentasi untuk menghasilkan etanol, yang merupakan bahan bakar nabati.

Lignin merupakan senyawa organik yang sulit diurai. Namun, lignin dapat dipecah menggunakan teknologi tertentu untuk menghasilkan minyak. Minyak ini dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati.

Potensi rumput laut sebagai bahan bakar nabati sangat besar. Diperkirakan, rumput laut dapat menghasilkan hingga 10% dari kebutuhan energi dunia. Hal ini tentu akan mengurangi ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil.

Selain itu, rumput laut juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Rumput laut tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, sehingga tidak berkontribusi terhadap perubahan iklim. Rumput laut juga dapat tumbuh dengan cepat, sehingga dapat menjadi sumber bahan bakar yang berkelanjutan.

Saat ini, beberapa negara sudah mulai mengembangkan teknologi untuk memproduksi bahan bakar nabati dari rumput laut. Di Indonesia, LIPI telah mengembangkan teknologi produksi etanol dari rumput laut. Teknologi ini telah diuji coba di beberapa lokasi dan hasilnya cukup menjanjikan.

Jika teknologi produksi bahan bakar nabati dari rumput laut terus dikembangkan, maka rumput laut dapat menjadi sumber energi alternatif yang penting di masa depan. Hal ini akan membantu mengurangi ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Berikut adalah beberapa negara yang sudah mulai mengembangkan teknologi produksi bahan bakar nabati dari rumput laut:

  • Indonesia
  • Jepang
  • Cina
  • Korea Selatan
  • Amerika Serikat
  • Eropa

Pemerintah Indonesia mendukung pengembangan bahan bakar nabati dari rumput laut. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Dalam peraturan tersebut, pemerintah menetapkan harga jual eceran etanol dari rumput laut sebesar Rp 6.000 per liter.

Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual eceran bensin dan minyak solar. Namun, pemerintah berharap bahwa harga etanol dari rumput laut akan turun seiring dengan berkembangnya teknologi produksi.

Pengembangan bahan bakar nabati dari rumput laut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu, pengembangan bahan bakar nabati juga diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Tags

Related Post

Leave a Comment