Peningkatan Kelenjar Minyak Pada Masa Pubertas Dipengaruhi Oleh

admin

Peningkatan Kelenjar Minyak Pada Masa Pubertas Dipengaruhi Oleh

Peningkatan Kelenjar Minyak Pada Masa Pubertas Dipengaruhi Oleh

Pubertas adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Perubahan fisik yang paling menonjol selama pubertas adalah peningkatan produksi hormon seks, yang memicu berbagai perubahan pada tubuh, termasuk peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous.

Kelenjar sebaceous adalah kelenjar kecil yang terletak di bawah kulit yang menghasilkan minyak yang disebut sebum. Sebum berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit dan mencegahnya menjadi kering dan pecah-pecah. Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat menyebabkan kulit berminyak, komedo, dan jerawat.

Peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous selama pubertas disebabkan oleh peningkatan kadar hormon seks, khususnya androgen. Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga ditemukan pada wanita dalam jumlah kecil. Pada masa pubertas, kadar androgen pada anak laki-laki meningkat secara signifikan, sementara kadar androgen pada anak perempuan meningkat sedikit.

Peningkatan kadar androgen menyebabkan kelenjar sebaceous menjadi lebih aktif dan memproduksi lebih banyak sebum. Produksi sebum yang berlebihan ini dapat menyumbat pori-pori kulit, sehingga menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat.

Selain faktor hormonal, peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous selama pubertas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti:

  • Pola makan: Pola makan yang tinggi lemak dan gula dapat memperburuk kondisi kulit berminyak dan jerawat.
  • Stres: Stres dapat meningkatkan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti kortikosteroid dan lithium, dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous.
  • Kondisi medis: Beberapa kondisi medis, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan penyakit Cushing, dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous.

Untuk mengatasi masalah kulit berminyak dan jerawat selama pubertas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Mencuci wajah secara teratur: Wajah harus dicuci dua kali sehari, pagi dan malam, dengan sabun pembersih yang lembut dan tidak mengandung bahan-bahan yang keras.
  • Menggunakan pelembab: Pelembab dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mencegahnya menjadi kering dan pecah-pecah. Pelembab yang cocok untuk kulit berminyak adalah pelembab yang berbahan dasar air dan tidak mengandung minyak.
  • Hindari menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung minyak: Produk perawatan kulit yang mengandung minyak dapat menyumbat pori-pori kulit dan memperburuk kondisi kulit berminyak dan jerawat.
  • Menggunakan obat jerawat: Obat jerawat dapat membantu mengobati jerawat dan mencegah timbulnya jerawat baru. Obat jerawat yang dapat digunakan tanpa resep dokter meliputi asam salisilat, benzoil peroksida, dan retinoid.
  • Mengubah pola makan: Hindari mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
  • Mengelola stres: Stres dapat memperburuk kondisi kulit berminyak dan jerawat. Cobalah untuk mengelola stres dengan berolahraga, yoga, atau meditasi.

Jika masalah kulit berminyak dan jerawat tidak membaik dengan perawatan di rumah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags

Related Post

Leave a Comment