Neraca Perdagangan Dikatakan Surplus Atau Aktif Jika Dalam Neraca Perdagangan Tersebut Jumlah Ekspor

admin

Neraca Perdagangan Dikatakan Surplus Atau Aktif Jika Dalam Neraca Perdagangan Tersebut Jumlah Ekspor

Neraca Perdagangan Surplus: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Neraca perdagangan surplus atau aktif adalah kondisi ketika nilai ekspor suatu negara lebih besar daripada nilai impornya. Dengan kata lain, negara tersebut menjual lebih banyak barang dan jasa ke negara lain daripada yang dibelinya.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya neraca perdagangan surplus, di antaranya:

  • Ekonomi yang kuat: Negara dengan ekonomi yang kuat cenderung memiliki daya beli yang tinggi, sehingga permintaan terhadap barang dan jasa ekspornya meningkat.
  • Kurs mata uang yang menguntungkan: Nilai mata uang suatu negara yang lebih rendah dibandingkan dengan mata uang negara lain akan membuat barang dan jasa ekspornya lebih murah, sehingga permintaan terhadapnya meningkat.
  • Keunggulan komparatif: Negara yang memiliki keunggulan komparatif dalam produksi barang atau jasa tertentu akan cenderung mengekspor barang atau jasa tersebut dalam jumlah besar.
  • Hambatan perdagangan yang rendah: Negara yang memiliki hambatan perdagangan yang rendah, seperti tarif dan kuota, akan lebih mudah mengekspor barang dan jasanya ke negara lain.

Neraca perdagangan surplus dapat memberikan beberapa dampak positif bagi suatu negara, di antaranya:

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: Neraca perdagangan surplus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan cara meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa ekspornya. Hal ini akan mendorong produksi dan lapangan kerja di negara tersebut.
  • Menambah cadangan devisa: Neraca perdagangan surplus dapat menambah cadangan devisa suatu negara, yang dapat digunakan untuk membiayai impor barang dan jasa, membayar utang luar negeri, dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.
  • Meningkatkan daya tawar di dunia internasional: Neraca perdagangan surplus dapat meningkatkan daya tawar suatu negara di dunia internasional, karena negara tersebut menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada impor.

Namun, neraca perdagangan surplus juga dapat memberikan beberapa dampak negatif, di antaranya:

  • Menimbulkan proteksionisme: Neraca perdagangan surplus dapat menimbulkan proteksionisme, yaitu kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang dan jasa impor. Hal ini dapat menyebabkan harga barang dan jasa di dalam negeri menjadi lebih mahal.
  • Menimbulkan ketegangan dengan negara lain: Neraca perdagangan surplus yang besar dapat menimbulkan ketegangan dengan negara lain, terutama jika negara-negara tersebut mengalami defisit perdagangan. Hal ini dapat memicu perang dagang dan tindakan pembalasan lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan neraca perdagangan agar tidak terlalu surplus atau defisit. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur kebijakan ekonomi, kebijakan perdagangan, dan kebijakan kurs mata uang.

Tags

Related Post

Leave a Comment