Killer Peter Chapter 23

admin

Killer Peter Chapter 23

Killer Peter Chapter 23: Teror Terus Berlangsung

Peter berjalan menyusuri lorong sekolah, dengan tangan tergenggam erat. Dia merasa takut dan cemas, karena dia tahu bahwa pembunuh berantai masih bergentayangan. Dia sudah beberapa kali mendengar kabar bahwa ada siswa yang hilang, dan dia tidak ingin menjadi korban berikutnya.

Peter mempercepat langkahnya, berharap bisa segera sampai di kelasnya. Dia tidak ingin berlama-lama di lorong sekolah yang gelap dan sepi ini. Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Dia berbalik dan melihat seorang pria berpakaian serba hitam berjalan mengikutinya. Pria itu memakai topeng, dan matanya yang dingin menatap tajam ke arah Peter.

Peter berlari sekuat tenaga, tapi pria bertopeng itu lebih cepat. Dia berhasil menangkap Peter dan menyeretnya ke dalam ruangan kosong. Peter berusaha melawan, tapi pria bertopeng itu terlalu kuat. Dia menjepit Peter ke dinding dan mencekiknya.

Peter merasa napasnya semakin sesak. Dia mencoba berteriak minta tolong, tapi pria bertopeng itu menutup mulutnya. Peter mulai kehilangan kesadaran, dan dia tahu bahwa ajalnya sudah dekat.

Tiba-tiba, terdengar suara tembakan. Pria bertopeng itu terjatuh ke lantai, dengan darah mengucur dari kepalanya. Peter melihat seorang polisi berdiri di pintu ruangan, dengan pistol di tangannya.

Polisi itu berlari ke arah Peter dan membantunya berdiri. "Kamu tidak apa-apa?" tanya polisi itu.

Peter menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja," katanya. "Terima kasih."

Polisi itu tersenyum. "Jangan khawatir," katanya. "Pembunuh berantai itu sudah mati. Kamu aman sekarang."

Peter merasa lega mendengar kata-kata polisi itu. Dia tahu bahwa dia baru saja lolos dari maut. Dia berterima kasih kepada polisi itu lagi, lalu dia berjalan keluar dari ruangan kosong itu.

Peter berjalan menyusuri lorong sekolah, dengan perasaan lega dan bersyukur. Dia tahu bahwa dia beruntung bisa selamat dari serangan pembunuh berantai itu. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu berhati-hati, dan dia tidak akan pernah membiarkan pembunuh berantai itu menang.

Keesokan harinya, Peter kembali ke sekolah. Dia merasa sedikit takut, tapi dia tahu bahwa dia harus melanjutkan hidupnya. Dia bertemu dengan teman-temannya dan mereka berbicara tentang apa yang terjadi kemarin. Mereka semua merasa lega karena pembunuh berantai itu sudah mati, tapi mereka juga merasa sedih atas kematian para siswa yang hilang.

Peter dan teman-temannya berjanji untuk selalu berhati-hati dan mereka akan selalu saling menjaga. Mereka tahu bahwa pembunuh berantai itu sudah mati, tapi mereka tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi.

Beberapa hari kemudian, Peter dan teman-temannya pergi ke pemakaman para siswa yang hilang. Mereka berdoa untuk mereka dan mereka berjanji untuk selalu mengingat mereka. Peter merasa sedih, tapi dia juga merasa lega. Dia tahu bahwa para siswa yang hilang itu sudah berada di tempat yang lebih baik.

Peter dan teman-temannya kembali ke sekolah dan mereka melanjutkan hidup mereka. Mereka belajar dengan giat dan mereka menikmati waktu-waktu mereka bersama. Mereka tahu bahwa mereka beruntung bisa selamat dari serangan pembunuh berantai itu, dan mereka berjanji untuk tidak akan pernah melupakan mereka yang telah meninggal.

Tags

Related Post

Leave a Comment