Kabinet Wilopo Yang Mulai Menjalankan Tugasnya Pada 3 April 1953 Harus Mengakhiri Masa Tugasnya Akibat Terjadinya Peristiwa

admin

Kabinet Wilopo Yang Mulai Menjalankan Tugasnya Pada 3 April 1953 Harus Mengakhiri Masa Tugasnya Akibat Terjadinya Peristiwa

Kabinet Wilopo dan Peristiwa Pengunduran Diri

Kabinet Wilopo adalah kabinet pemerintahan Republik Indonesia yang berkuasa sejak 3 April 1953 hingga 2 Juni 1953. Kabinet ini dipimpin oleh Perdana Menteri Wilopo dan beranggotakan 18 menteri.

Kabinet Wilopo menghadapi berbagai tantangan selama masa pemerintahannya, termasuk pemberontakan DI/TII, pergolakan politik di dalam negeri, dan tekanan dari luar negeri. Pada tanggal 17 Oktober 1952, terjadi peristiwa pengunduran diri massal para anggota kabinet Wilopo. Hal ini disebabkan oleh ketidakpuasan para menteri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menghadapi pemberontakan DI/TII.

Presiden Soekarno kemudian menunjuk Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai Perdana Menteri baru dan membentuk kabinet baru yang dikenal dengan Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Kabinet ini berkuasa sejak 31 Juli 1953 hingga 12 Agustus 1955.

Latar Belakang Pengunduran Diri Kabinet Wilopo

Pengunduran diri massal para anggota kabinet Wilopo dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama, adanya ketidakpuasan para menteri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menghadapi pemberontakan DI/TII. Kedua, adanya perebutan kekuasaan antara Perdana Menteri Wilopo dan Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ketiga, adanya tekanan dari partai-partai politik yang menginginkan perombakan kabinet.

Dampak Pengunduran Diri Kabinet Wilopo

Pengunduran diri massal para anggota kabinet Wilopo berdampak pada ketidakstabilan politik di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya kekosongan pemerintahan selama beberapa bulan. Selain itu, pengunduran diri kabinet Wilopo juga menyebabkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kesimpulan

Pengunduran diri Kabinet Wilopo merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan politik di Indonesia pada tahun 1950-an.

Tags

Related Post

Leave a Comment