Diketahui Peluang Santi Lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Adalah 0 7

admin

Diketahui Peluang Santi Lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Adalah 0 7

Peluang Santi Lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi 0,7

Santi adalah seorang siswa SMA yang baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi (UMPT). Ia merasa yakin telah mengerjakan soal-soal dengan baik, tetapi tetap saja ia merasa cemas dengan hasilnya.

Pada hari pengumuman hasil UMPT, Santi datang ke sekolah dengan perasaan deg-degan. Ketika namanya dipanggil, ia pun maju ke depan dan mengambil amplop berisi hasil UMPT-nya.

Santi membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Ia membaca hasil UMPT-nya dengan seksama, dan matanya langsung tertuju pada angka 0,7.

Santi tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia mengulang-ulang bacaan hasil UMPT-nya, tetapi angka 0,7 tetap saja tertera di sana.

Santi merasa sangat kecewa. Ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk belajar, tetapi hasilnya tetap saja tidak memuaskan. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

Santi keluar dari sekolah dengan perasaan sedih. Ia berjalan pulang sambil menangis. Ia tidak tahu harus berkata apa kepada orang tuanya.

Ketika sampai di rumah, Santi langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Ia hanya ingin sendiri.

Santi duduk termenung di lantai kamarnya. Ia memikirkan tentang masa depannya. Ia tidak tahu harus kuliah di mana. Ia juga tidak tahu harus bekerja apa.

Santi merasa sangat putus asa. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

Tiba-tiba, Santi mendengar suara ketukan pintu. Ia membuka pintu, dan melihat ibunya berdiri di sana.

"Santi, kamu kenapa?" tanya ibunya.

Santi tidak menjawab. Ia hanya menangis.

Ibunya masuk ke dalam kamar Santi dan memeluknya.

"Jangan menangis, Nak," kata ibunya. "Ibu tahu kamu pasti kecewa dengan hasil UMPT-mu. Tapi kamu jangan putus asa. Kamu masih punya banyak kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah."

Santi masih menangis, tetapi ia sudah mulai merasa lebih tenang.

"Ibu tahu kamu pasti bisa," kata ibunya lagi. "Kamu anak yang pintar dan pekerja keras. Ibu yakin kamu pasti akan berhasil."

Santi mengangguk. Ia mulai menghapus air matanya.

"Terima kasih, Bu," kata Santi.

"Sama-sama, Nak," kata ibunya. "Sekarang, kamu istirahatlah. Ibu akan menyiapkan makan malam untukmu."

Santi tersenyum. Ia pun masuk ke kamarnya dan berbaring di tempat tidur. Ia memejamkan mata dan mencoba untuk tidur.

Santi tidur dengan nyenyak. Ketika ia bangun keesokan paginya, ia merasa lebih segar. Ia sudah melupakan kekecewaannya tentang hasil UMPT. Ia tahu bahwa ia masih punya banyak kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah.

Santi bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Ia melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan di dapur.

"Selamat pagi, Bu," kata Santi.

"Selamat pagi, Nak," kata ibunya. "Bagaimana tidurmu?"

"Nyaman, Bu," kata Santi.

"Syukurlah," kata ibunya. "Sekarang, sarapanlah."

Santi duduk di meja makan dan mulai sarapan. Ia makan dengan lahap.

Setelah sarapan, Santi membantu ibunya membersihkan meja makan. Kemudian, ia pergi ke kamarnya dan mulai belajar.

Santi belajar dengan giat. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya lagi.

Beberapa bulan kemudian, Santi mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lagi. Kali ini, ia berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan.

Santi diterima di salah satu universitas negeri terbaik di Indonesia. Ia mengambil jurusan yang ia sukai, dan ia lulus dengan nilai yang sangat baik.

Setelah lulus kuliah, Santi bekerja di sebuah perusahaan besar. Ia menjadi seorang karyawan yang sukses.

Santi sangat bersyukur dengan kehidupannya sekarang. Ia tahu bahwa semua itu berkat kerja keras dan kegigihannya.

Santi tidak pernah menyerah, meskipun ia pernah mengalami kekecewaan. Ia terus berjuang, dan akhirnya ia berhasil meraih masa depan yang cerah.

Tags

Related Post

Leave a Comment